Kampar, TI – Seorang cleaning service atau petugas kebersihan yang telah bertugas menjadi penyapu jalanan dikawasan Bangkinang Kota, Jalan melati, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, secara mengejutkan melaporkan adanya dugaan permintaan uang dari oknum pejabat fungsional di OPD DLH Kampar.
Dimana oknum pejabat tersebut yakni Tukiran, diduga meminta uang kepada petugas kebersihan jalan bernama Yurnengsih sebesar Rp.1000.000.
Dimana dijelaskan oleh Yurnengsih bahwa uang satu juta rupiah tersebut dikatakan oleh Tukiran untuk pembuatan SK, namun setelah itu akhirnya Yurnengsih dikeluarkan dari petugas tukang sapu sebagai THL.
Akan halnya tersebut, maka Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI) memberikan perhatian dan sorotan terhadap oknum pejabat fungsional yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar tersebut.
Dimana melalui Ketua Umum DPP LSM AMTI Tommy Turangan SH, menyampaikan bahwa apa yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat fungsional di DLH Kampar adalah suatu perbuatan yang mencoreng citra Pemkab Kampar.
Maka dari itu, Turangan meminta agar Bupati Kampar segera mencopot oknum pejabat fungsional DLH Kampar tersebut, dan memberikan sanksi atau hukuman sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.
“Atas dugaan permintaan uang yang dilakukan oleh oknum pejabat fungsional DLH Kampar terhadap seorang petugas kebersihan, maka kami selaku LSM-AMTI meminta agar Bupati Kampar segera mencopot dan memberikan sanksi kepada oknum pejabat fungsional tersebut yang bernama Tukiran,” ujar Turangan. (red/T2)*